Pelemahan Rupiah Asing Inflow, Simak Strategi! | 01 January 1970
Daily Market Insight on June 26, 2024
by: Erdikha Elit Sekuritas
SENTIMEN GLOBAL
* Wall Street ditutup variatif dengan mayoritas menguat. Naik cukup signifikannya saham produsen chip teknologi kecerdasan buatan
Nvidia hingga +6.76%, mengakhiri pelemahan selama tiga hari berturut-turut berhasil menjadi katalis positif utama yang mendorong
penguatan indeks S&P500 dan Nasdaq. Sementara itu aksi ambil untung membuat indeks Dow Jones harus berakhir di zona merah setelah
dalam beberapa hari terakhir konsisten mencatatkan penguatan.
* Bursa Eropa ditutup melemah melemah pada Selasa, gagal pulih meskipun sentimen di AS membaik setelah aksi jual yang dipicu oleh
sektor teknologi.
* Bursa Asia ditutup variatif seiring para investor menantikan petunjuk lebih lanjut mengenai potensi perang dagang antara Tiongkok dan
Barat, sementara data inflasi yang akan datang juga menjadi fokus, dengan pasar Tiongkok stabil setelah tiga hari kerugian tajam saat menteri China dan Eropa memulai dialog tentang tarif impor kendaraan listrik Tiongkok, meskipun sentimen terhadap negara tersebut masih rapuh.
SENTIMEN DOMESTIK
* Faktor global juga mempengaruhi pergerakan pasar di level domestik. Rupiah terdepresiasi 0.05 ke level 16,408.
* Imbal hasil obligasi negara tenor acuan 10 tahun turun dari 7.21% ke 7.18% dan IHSG -0.09%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh Rilis
Data Suku Bunga yang bertahan di level 6.25%.
SENTIMEN MAKRO
* Neraca Perdaganan, ada Mei 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar $2,93 miliar. Surplus ini meningkat tipis sebesar $210 juta dibandingkan dengan bulan April 2024, dan meningkat signifikan sebesar $2,5 miliar
dari periode yang sama pada tahun 2023. Nilai ekspor Indonesia mencapai $22,32 miliar pada Mei 2024, mengalami kenaikan sebesar
13,82% dari April 2024 dan tumbuh 2,86% dibandingkan dengan Mei 2023. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama
peningkatan ekspor baik secara bulanan maupun tahunan. Sementara itu, nilai impor Indonesia mencapai $19,4 miliar pada Mei 2024, naik
14,82% dari April 2024, namun mengalami penurunan 8,83% dibandingkan dengan Mei 2023. Penurunan nilai impor secara tahunan
didominasi oleh impor bahan baku dan bahan penolong.
* BI Rate, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar
6.25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5.50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7.00%.
KOMODITAS
* Minyak mentah, Perdagangan Minyak melemah sekitar 1% pada hari Selasa karena reli terbaru beristirahat, dengan pedagang mengamati
permintaan bahan bakar musim panas dan ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon
* Emas, Perdagangan emas melemah didorong penguatan dolar dan imbal hasil Treasury, sementara investor menantikan data inflasi AS
yang akan dirilis minggu ini untuk petunjuk tentang waktu pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.
* CPO, Perdagangan minyak sawit melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, mencapai level terendah dalam hampir sebulan, dipicu oleh
lemahnya permintaan dan penurunan harga minyak nabati pesaing
PEKAN INI
* Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan volume lebih besar dari periode sebelumnya.
* IHSG diproyeksikan akan bergerak sideways dengan kecenderungan konsolidasi di kisaran support 6.800, dan resistance 6.900.
* Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp7.96 triliun di seluruh pasar.
* Investor dapat mencermati dan memanfaatkan momentum di sektor perbankan, energi dan telekomunikasi.
* Investor disarankan menggunakan strategi DCA (Dollar Cost Averaging) guna untuk meminimalisir risiko.
Source: IDX, Investing, Kontan, Reuters, RTI, Tradingeconomics.







