Menunggu Rilis Data Inflasi US, Bursa Domestik di Bayangin Profit Taking! | 01 January 1970
MORNING IDEA SUMMARY
by: Erdikha Elit Sekuritas
Friday, June 28, 2024
- IHSG 6,968 Menguat (0.90%)
- IDX Transaction Value 15.11 T
- Net Foreign Sell -5.37 T
Market Centiment
"SENTIMEN GLOBAL
* Wall Street ditutup variatif karena investor menunggu data inflasi terbaru, dengan Nasdaq mencatat sedikit kenaikan setelah data menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan harapan investor untuk penurunan suku bunga.
* Bursa Eropa ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga pada hari Kamis, tetap berada di bawah tekanan dari sentimen risiko yang diredam menjelang laporan PCE AS yang penting dan angka inflasi untuk anggota utama zona euro yang akan dirilis besok, diikuti oleh pemilihan parlemen Perancis pada akhir pekan.
* Bursa Asia ditutup variatif karena pasar menunggu data inflasi AS yang krusial dan mengantisipasi kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang akibat ketidakstabilan yen, yang berdampak pada pasar global dengan komentar hawkish dari Federal Reserve AS mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga dan mempengaruhi harga mata uang serta komoditas.
SENTIMEN DOMESTIK
* Faktor global juga mempengaruhi pergerakan pasar di level domestik. Rupiah terdepresiasi 0.38 ke level 16,433.
* Imbal hasil obligasi negara tenor acuan 10 tahun turun dari 7.18% ke 7.20% dan IHSG +0.33%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh Rilis Data Suku Bunga yang bertahan di level 6.25%.
SENTIMEN MAKRO
* BI Rate, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6.25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5.50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7.00%.
KOMODITAS
* Minyak mentah, Perdagangan Minyak menguat menjadi sekitar $81,7 per barel pada hari Kamis, mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir karena kekhawatiran suplai akibat konflik yang meningkat di Timur Tengah lebih besar daripada peningkatan yang mengejutkan pada stok AS.
* Emas, Perdagangan emas menguat dari level terendah lebih dari dua minggu yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Hal itu ditopang oleh pelemahan dolar AS. Di saat pasar tengah menanti data inflasi utama AS untuk isyarat lebih lanjut tentang jalur suku bunga The Fed.
* CPO, Perdagangan minyak sawit menguat karena perkiraan produksi yang lebih rendah mengimbangi prospek permintaan yang melemah akibat konsesi bea impor minyak nabati dari India, yang mengizinkan impor terbatas di bawah kuota tarif untuk menekan inflasi pangan.
PEKAN INI
* Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan volume lebih besar dari periode sebelumnya.
* IHSG diproyeksikan akan bergerak sideways dengan kecenderungan konsolidasi di kisaran support 6.900, dan resistance 7.000.
* Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp5.37 miliar di seluruh pasar.
* Investor dapat mencermati dan memanfaatkan momentum di sektor perbankan, energi dan telekomunikasi.
* Investor disarankan menggunakan strategi DCA (Dollar Cost Averaging) guna untuk meminimalisir risiko.
Source: IDX, Investing, Kontan, Reuters, RTI, Tradingeconomics."
Indonesia Macro Economic Indicator
- GDP Growth Rate -0.83 percent
- GDP Annual Growth Rate 5.11 percent
- Unemployment Rate 4.82 percent
- Inflation Rate 2.84 percent
- Inflation Rate MoM -0.03 percent
- Interest Rate 6.25 percent
- Balance of Trade 2927 USD Million
- Current Account -2161 USD Million
- Current Account to GDP -0.3 percent of GDP
- Government Debt to GDP 39.9 percent of GDP
- Government Budget -1.65 percent of GDP
- Business Confidence 14.11 points
- Manufacturing PMI 52.1 points
Emiten News Highlight
- Cair 26 Juli, Emiten Djarum Group (TOWR) Obral Dividen Rp901 Miliar
- Buru Dividen, Prajogo Pangestu Serok 11 Juta Saham BRPT
- Dapat Dana Taktis Rp75 Miliar, MPXL Tambah 50 Unit Armada Baru
- Saldo Negatif, Atlas Resources (ARII) Putuskan Puasa Dividen
- Roda Vivatex (RDTX) Bagi Dividen Rp360 per Saham, Cum Date 2 Juli 2024
Rekomendasi:
Trading Buy BBNI (4,580)
Target Price: 4,670 - 4,800
Stop Loss jika di bawah 4,440
Keterangan: Consolidation, entry level: 4450-4580
Trading Buy BBCA (9,750)
Target Price: 9,925 - 10,225
Stop Loss jika di bawah 9,450
Keterangan: Consolidation, entry level: 9475-9750
Trading Buy INDF (6,025)
Target Price: 6,125 - 6,325
Stop Loss jika di bawah 5,825
Keterangan: Consolidation, entry level: 5850-6025
Trading Buy MAPI (1,485)
Target Price: 1,510 - 1,555
Stop Loss jika di bawah 1,440
Keterangan: Bullish Breakaway, entry level: 1450-1485
Hold TLKM (3,030)
Target Price: 3,090 - 3,180
Stop Loss jika di bawah 2,930
Keterangan:
AO DISCLAIMER ON
Full report: https://erdikha.com/Edukasi







